Selamat Hari Anak Nasional!

Selamat Hari Anak Nasional!

Hari ini adalah hari anak nasional. Sebagai orang yang sudah bukan anak-anak lagi, kami mengucapkan selamat hari anak nasional!

Sebagian dari Anda mungkin setuju jika masa kanak-kanak adalah masa yang paling menyenangkan. Bagaimana tidak? Setiap hari kegiatannya tidak jauh dari tidur, makan, dan bermain–tanpa beban.Bahkan tidak jarang di sekolah pun mereka lebih banyak bermain dibanding belajar. Kurang bahagia apa lagi, sih, jadi anak-anak?

Tepat di sebelah kantor Ruangreka, ada sebuah Taman Kanak-kanak. Saat jam istirahat sering terdengar suara tawa dan teriakan riang dari balik pagar.

“Awas ada buayaaaaa!” kata seorang anak dengan lantang.

“Kamu jangan ke sana, ada sungai, nanti tenggelam!”

Pada kenyataannya, di TK itu tidak ada sungai apalagi seekor buaya. Hanya tempat bermain biasa yang mereka ‘sulap’ menggunakan khayalannya sehingga mereka seakan-akan berada di sungai penuh buaya.

“Dadaah! Besok main lagi, ya!” Kata seorang anak sambil melambaikan tangan, masih penuh semangat. Tentu saja bagi mereka setiap hari adalah bermain.

Sayangnya, tidak semua anak bisa bermain dengan riang tanpa beban seperti itu. Beberapa dari mereka harus mengalami hal-hal yang tidak seharusnya terjadi seperti kekerasan, pelecehan, penculikan, hingga eksploitasi.

Kekerasan itu tidak jarang dilakukan oleh teman sebayanya. Mungkin banyak orang bertanya bagaimana bisa seorang anak melakukannya? Salah satu alasannya adalah arus informasi di dunia maya yang sangat mudah diakses bahkan oleh anak kecil sekalipun dan tontonan-tontonan yang kurang mendidik. Terkadang, kita tidak sadar bahwa untuk meniru anak tidak perlu paham. Misalnya mereka akan meniru perkataan dan aksi tokoh di sebuah film padahal belum tentu mereka tahu artinya. Sebagai orang tua/om-tante/ Kakak/ yang baik, kita harus memberitahunya agar tidak meniru hal tersebut.

c4c663f5367bcf8b9d20ff85036fee58 Anak adalah generasi penerus sekaligus pengganti. Kelak saat mereka dewasa, mereka akan meneruskan hal-hal yang baik dan mengganti (memperbaiki) yang kurang baik. Masa lalu yang dialami oleh anak sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan masa depannya. Seseorang yang memiliki masa kecil yang bahagia akan lebih mudah menyesuaikan diri dibandingkan dengan orang yang mengalami kekerasan pada masa kecilnya. Trauma bukanlah sesuatu yang sepele. Beberapa penelitian menyatakan bahwa anak yang dulunya diperlakukan seenaknya  entah itu dipukul, dibentak dengan kata-kata kasar, atau dilecehkan, kemungkinan besar saat beranjak dewasa dia  akan melakukan hal yang sama kepada anak kecil.

Jika dibiarkan, kasus kekerasan pada anak ini ibarat seperti sinetron yang rating-nya tinggi, tidak ada akhirnya. Siapapun pasti tidak ingin anaknya, adiknya, saudaranya, memiliki masa kecil yang suram. Ayo bantu mereka membuat kenangan indah saat masih anak-anak. Biarkan anak-anak merekam moment-nya dengan bahagia karena ingatan anak itu sangat kuat. Kelak ketika sudah dewasa, menjadi orang tua atau kakak, mereka bisa berbagi cerita yang menyenangkan kepada generasi berikutnya seperti, “Papa dulu waktu kecil suka main layangan di sini, loh, Nak,”. Cerita sederhana yang menggambarkan betapa bahagianya masa kanak-kanak tanpa kekerasan.

0393d17013fb5c1b501af3cb623d0e51Tema Hari Anak Nasional (HAN) 2016 adalah “Akhiri Kekerasan pada Anak”.  Banyak berita tentang kekerasan yang dialami anak yang dilakukan entah itu oleh orang tuanya, saudara, kerabat, tetangga, orang tidak dikenal, bahkan teman sebayanya. Semoga tema ini dapat terealisasikan sehingga tidak ada lagi anak yang mengalami kekerasan dan semua anak memiliki masa kecil yang indah.

About The Author

khairunnisa

No Comments

Leave a Reply

THE MEDIA

WHO TALKING ABOUT US

ALWAYS HERE

CONTACT US

Our staff is happy to help you