Selamat Hari Pangan Sedunia dari Ruangréka

Selamat Hari Pangan Sedunia dari Ruangréka

“Sawah Berbeton”

 

Apa yang dulu kalian buat ketika disuruh oleh guru menggambar pemandangan ? Jangan bohong ! Dua buah gunung mengapit matahari — lalu dihiasi dengan petak sawah dan jalan raya, kan ? Mari bersulang. Saya hanya ingin berpesan, hentikan doktrin ini sekarang juga. Jangan ajari adik atau putra/putri generasi selanjutnya menggambar pemandangan itu lagi, kenapa ? Karena itu penipuan, kenapa lagi ? Karena sawahnya sudah habis, Bro, Sis ! Sawah-sawahnya sudah berubah jadi komplek perumahan.

 

Untuk seorang anak yang lahir dan tumbuh di pinggiran kota Bandung, sawah adalah lahan bermain yang super asyik. Saat musim panen adalah waktu yang saya tunggu-tunggu, ketika itu saya dan teman sebaya tiba-tiba menjadi anak yang baik, anak-anak yang dengan sigap membantu bapak/ibu petani memanen batang-batang padi, kenapa ? Bukan demi imbalan, melainkan agar bapak/ibu petani tersebut segera menyelesaikan tugasnya, sehingga lahan yang sebelumnya mereka kuasai dapat kami bajak menjadi lapangan sepakbola. Namun sayang, sekitar 4 tahun lalu, sawah kesayangan kami, Old Trafford jadi-jadian, tempat bermain kami yang asyik disulap menjadi penyewaan lapangan futsal. Lho koq ? Iya lah sayang, lapangan futsalnya harus disewa, tidak seperti sawah yang gratis.

 

Alih fungsi lahan ini memang semakin gencar dari waktu ke waktu. Petak-petak sawah digerus oleh pembangunan rumah tinggal dan industri. Bahkan pada tahun 2013, BPS (Badan Pusat Statistik) melansir bahwa lahan sawah yang saat ini luasnya sekitar 7,8 juta ha, cenderung menciut akibat konversi untuk memenuhi tuntutan pembangunan di berbagai sektor. Bahkan, sekitar 3,1 juta ha atau 42 persen  diantaranya terancam akan dialihfungsikan. Sungguh ironis bagi negara yang mengklaim dirinya sendiri sebagai negara agraris. Agraris apanya jika beras dan kedelai saja harus import dari negara lain ? Negara Agraris adalah negara yang sadar akan pentingnya peran pertanian untuk keberlangsungan hidup bangsanya. Negara Agraris adalah negara yang memperhatikan kesejahteraan para petaninya.

 

Tepat pada hari ini, hari yang diperingati sebagai Hari Pangan sedunia, saya ingin fokus menyoroti perihal semakin berkurangnya lahan pertanian di Ibu Pertiwi. Tahukah kalian bahwa dulu pada tanggal 24 september 1960, bapak bangsa kita, Ir. Sukarno menetapkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960) ? Tujuan mulia UUPA memusnahkan Undang-Undang Pertanahan yang berbau penjajahan, ditujukan agar dalam pengelolaan lahan pertanian, para petani senantiasa leluasa sehingga dapat tercapai kemakmuran, kesejahteraan, dan keadilan sosial. Harapan selanjutnya tentu saja adalah swasembada pangan. Namun melihat kenyataan saat ini, bagaimana kita bisa mencapai swasembada pangan jika petak-petak sawah semakin hari semakin mengecil ?

 

Imbas dari semua ini nya tentu saja adalah tidak tercukupinya kebutuhan beras. Sudah menjadi hukum ekonomi bila permintaan melebihi ketersediaan barang, maka harga barang akan melonjak naik. Jika sudah begini masalah lain akan timbul, jumlah warga kurang mampu yang mengalami kelaparan akan terus meningkat. Menurut data Perwakilan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-bangsa di Indonesia per Mei 2015, tidak kurang dari 19,4 juta penduduk Indonesia (7,9%) masih menderita kelaparan sepanjang periode 2014-2015.

 

Sudah saatnya kita bangun dan menyadari peran penting pertanian bagi kesejahteraan bangsa. Sebab disadari atau tidak, kita tengah menghadapi kolonialisme berbusana baru. Kolonialisme ini merubah stigma kamajuan, kemakmuran, dan sebagainya–sebagainya. Kemajuan kini ditunjukan dengan deretan gedung bertingkat, dandanan formal berhiaskan dasi, namun abai akan lahan pertanian yang subur. Lupakah kita bahwa negeri ini dianugerahi Tuhan dengan tanah yang subur ? Lupakah kita bahwa dulu Belanda tergoda datang ke Indonesia karena mencium aroma cengkih ?

About The Author

irfan pradana

No Comments

Leave a Reply

THE MEDIA

WHO TALKING ABOUT US

ALWAYS HERE

CONTACT US

Our staff is happy to help you